1. Isotop
Isotop adalah atom – atom yang mempunyai nomor
atom sama, tetapi mempunyai nomor massa berbeda.karena setiap unsur mempunyai
atom – atom dengan nomor atom yang sama, maka dapat dikatakan isotop adalah
unsur yang mempunyai jumlah proton sama, tetapi nomor massa berbeda.
Berikut
ini isotop atom karbon.
6
C 12 6
C 13 6
C 14
P
= 6 P = 6 P = 6
n
= 6 n = 7 n = 8
e
= 6 e = 6 e = 6
Dari
contoh isotop diatas dapat kita pelajari, bahwa walaupun unsurnya sama, massa
atomnya belum tentu sama. Adanya penemuan isotop ini dapat membantah teori atom
Dalton yang menyatakan jika unsurnya sama, semua atom massanya sama.
2. Isobar
Isobar
adalah atom – atom yang nomor atomnya berbeda ( unsur yang berbeda ), tetapi
nomor massanya sama.
Berikut
ini adalah contoh atom – atom yang isobar.
a. 7
N 14 dan 6 C 14
b. 11 Na 24 dan 12 Mg 24
3. Isoton
Isoton adalah atom – atom dari unsur yang berbeda,
tetapi jumlah neutronnya sama.
Berikut
ini adalah contoh atom – atom yang isoton.
a. 15 P 31 dan 16 S 32
b. 20 Ca 40 dan 19 K 39
4. Isoelektron
Isoelektron
adalah atom – atom dari unsur yang berbeda, tetapi jumlah elektronnya sama.
E. ION
Ion
adalah atom yang melepas atau menangkap elektron. Pada atom netral, elektron
dan proton akan saling berpasangan ( jumlah proton = elektron ). Jenis ion ada
dua ( 2 ) yaitu ion positif dan ion negatif.
1.
Pembentukan Ion Positif
Atom
bermuatan positif karena melepaskan elektron. Atom tersebut dinamakan ion
positif. Kecenderungan melepaskan elektron berkaitan dengan keelektronegatifan.
Unsur yang mudah membentuk ion positif ialah unsur dengan kecenderungan lebih
besar untuk melepaskan elektron, antara lain golongan IA ( golongan alkali )
dan golongan IIA ( golongan alkali
tanah ). Jumlah elektron valensi pada unsur golongan IA adalah 1 elektron
sehingga cenderung melepaskan elektron untuk membentuk konfigurasi elektron
seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Pelepasan 1 elektron dari atom
golongan IA membentuk ion positif bermuatan satu. Elektron valensi golongan IIA
berjumlah 2 elektron sehingga cenderung melepaskan 2 elektron untuk membentuk
konfigurasi elektron seperti unsur gas mulia yang sesuai dengan teori oktet.
Pelepasan 2 elektron dari atom golongan IIA membentuk ion positif bermuatan
dua. Contohnya sebagai berikut :
Na
( 2 8 1 ) → Na + ( 2 8 ) + e
Mg
( 2 8 2 ) → Mg+ ( 2 8 ) + 2 e
Ion
positif terjadi karena melepaskan elektron. Jumlah proton pada ion tidak
berubah. Jadi, ion positif ditulis sebagai berikut
Keterangan
: NA = Nomor atom
NM = Nomor massa
Jumlah
proton = NA
Jumlah
neutron = NM – NA
Jumlah
elektron = NA – a
Jumlah
muatan positif = a
Contoh
:
2.
Pembentukan Ion Negatif
Atom
bermuatan negatif karena menerima elektron. Atom tersebut dinamakan ion
negatif. Unsur yang mudah menerima elektron ialah unsur dengan kecenderungan
lebih besar untuk menerima elektron, antara lain golongan VIIA ( golongan
halogen ) dan golongan VIA ( golongan
oksigen ). Jumlah elektron valensi pada unsur golongan VIIA adalah 7 elektron
sehingga cenderung menerima 1 elektron untuk membentuk konfigurasi elektron
seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Jumlah elektron valensi pada
unsur golongan VIA adalah 6 elektron sehingga cenderung menerima 2 elektron
untuk membentuk konfigurasi elektron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori
oktet. Penerimaan 2 elektron oleh atom golongan VIA membentuk ion negatif
bermuatan 2. Contohnya sebagai berikut :
Cl
( 2 8 7 ) + e → Cl - ( 2 8 8 )
S ( 2 8 6 )
+ 2e → S 2- ( 2 8 8 )
Ion
negatif terjadi karena menerima elektron. Jumlah proton pada ion tidak berubah.
Jadi, ion negatif ditulis sebagai berikut.
Keterangan : NA = Nomor atom
NM = Nomor massa
Jumlah
proton = NA
Jumlah
neutron = NM – NA
Jumlah
elektron = NA – a
Jumlah
muatan positif = a