Selasa, 06 Juni 2017

Model Atom



1.      Model Atom Dalton
                        Kata “atom” berasal dari bahasa yunani yang berarti tidak dapat dipecah lagi. Teori atom Dalton disimpulkan sebagai berikut :
·         Unsur tersusun dari partikel terkecil yang disebut atom.
·         Semua atom dari unsur yang sama adalah identk.     
·         Atom dari suau unsur berbeda dengan atom dari unsur lainnya.
·         Atom dari satu unsur dapat bergabung dengan atom dari unsur lainnya untuk membentuk senyawa. Senyawa tersebut selalu memiliki perbandingan jumlah atom yang sama dengan atom – atom yang bereaksi.
·         Atom tidak dapat diciptakan, dibagi menjadi partikel yang lebih kecil, atau dihancurkan. Reaksi kimia hanya mengubah susunan atom – atom.
                        Model atom yang dikemukakan oleh Dalton merupakan model atom ilmiah yang pertama kali karena dilandasi oleh hasil percobaan, yaitu hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap.
                        Teori atom Dalton memiliki beberapa kelemahan, misalnya kesalahan menentukan rumus molekul air sebagai H2O sehingga tidak sesuai dengan data percobaan. Tetapi, tiga dari teorinya masih dipakai hingga saat ini. Pernyataan bahwa semua atom dari unsur yang sama adalah identik ternyata salah, hal ini diketahui setelah penemuan isotop unsur. Pernyataan bahwa atom tidak dapat diciptakan , dibagi, atau dihancurkan juga salah. Hal ini diketahui setelah penemuan reaksi inti.
         2.      Model Atom J. J Thomson
                        Thomson menyatakan, “ Atom merupakan awan yang bermuatan positif , Pada tempat tertentu di dalam awan tersebut terdapat elektron yang bermuatan negatif “. Penggambarannya sama seperti kismis di dalam roti kismis. Jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral. Teori atom Thomson diketahui kurang tepat setelah penemuan inti atom oleh Rutherford.
         3.      Model Atom Ernest Rutherford
                        Ernest Rutherford mengemukakan bahwa seluruh muatan positif terletak di pusat atom dinamakan inti atom. Selain inti atom, terdapat elektron yang bermuatan negatif dan mengitari inti atom dengan kecepatan tinggi. Muatan inti atom dan muatan elektron berjumlah sama. Inti atom ditemukan saat melakukan penelitian dengan radiasi α yang ditembakkan pada lempengan emas. Model atom Rutherford menggambarkan atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan terletak pada pusat atom, serta elektron bergerak melintasi inti atom. Model atom Rutherford memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat menerangkan penyebab elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gerakan mengitari inti atom.
         3.      Model Atom Niels Bohr
                        Persoalan model atom Rutherford diatasi oleh Niels Bohr yang mengemukakan pendapatnya mengenai teori kuantum. Bohr mengemukakan beberapa idenya mengenai peredaran elektron dan perpindahan elektron sebagai berikut :
·         Dalam atom, terdapat lintasan atau orbit yang merupakan tempat elektron beredar. Selama elektron beredar, elektron tidak membebaskan atau menyerap energi sehingga elektron akan tetap stabil dan elektron tidak akan jatuh ke inti atom. Lintasan tempat elektron beredar terdiri atas beberapa tingkatan energi yang dinamakan kulit Tingkat  energi yang paling rendah ialah kulit yang paling dekat dengan inti, yaitu E1 ( kulit K ), selanjutnya tingkat energi kedua E2 ( kulit M ) dan seterusnya sampai kulit ke tujuh. Urutan tingkat energinya ialah E1 < E2 < E3 < ..... dan seterusnya.
·         Elektron dapat berpindah dari tingkat energi terendah ke tingkat energi lebih tinggi dengan cara menyerap energi dan elektron dapat berpindah dari tingkat energi tertinggi ke tingkat energi terendah dengan cara membebaskan energi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar