1. Model Atom Dalton
Kata “atom” berasal dari bahasa yunani yang
berarti tidak dapat dipecah lagi. Teori atom Dalton disimpulkan sebagai berikut
:
·
Unsur tersusun
dari partikel terkecil yang disebut atom.
·
Semua atom
dari unsur yang sama adalah identk.
·
Atom dari
suau unsur berbeda dengan atom dari unsur lainnya.
·
Atom dari
satu unsur dapat bergabung dengan atom dari unsur lainnya untuk membentuk
senyawa. Senyawa tersebut selalu memiliki perbandingan jumlah atom yang sama
dengan atom – atom yang bereaksi.
·
Atom tidak
dapat diciptakan, dibagi menjadi partikel yang lebih kecil, atau dihancurkan.
Reaksi kimia hanya mengubah susunan atom – atom.
Model
atom yang dikemukakan oleh Dalton merupakan model atom ilmiah yang pertama kali
karena dilandasi oleh hasil percobaan, yaitu hukum kekekalan massa dan hukum
perbandingan tetap.
Teori
atom Dalton memiliki beberapa kelemahan, misalnya kesalahan menentukan rumus
molekul air sebagai H2O sehingga tidak sesuai dengan data percobaan.
Tetapi, tiga dari teorinya masih dipakai hingga saat ini. Pernyataan bahwa
semua atom dari unsur yang sama adalah identik ternyata salah, hal ini
diketahui setelah penemuan isotop unsur. Pernyataan bahwa atom tidak dapat
diciptakan , dibagi, atau dihancurkan juga salah. Hal ini diketahui setelah
penemuan reaksi inti.
2. Model
Atom J. J Thomson
Thomson
menyatakan, “ Atom merupakan awan yang bermuatan positif , Pada tempat tertentu
di dalam awan tersebut terdapat elektron yang bermuatan negatif “.
Penggambarannya sama seperti kismis di dalam roti kismis. Jumlah muatan positif
sama dengan jumlah muatan negatif sehingga atom bersifat netral. Teori atom
Thomson diketahui kurang tepat setelah penemuan inti atom oleh Rutherford.
3. Model
Atom Ernest Rutherford
Ernest Rutherford mengemukakan bahwa
seluruh muatan positif terletak di pusat atom dinamakan inti atom. Selain inti
atom, terdapat elektron yang bermuatan negatif dan mengitari inti atom dengan
kecepatan tinggi. Muatan inti atom dan muatan elektron berjumlah sama. Inti
atom ditemukan saat melakukan penelitian dengan radiasi α yang ditembakkan pada
lempengan emas. Model atom Rutherford menggambarkan atom terdiri atas inti atom yang
bermuatan positif dan terletak pada pusat atom, serta elektron bergerak
melintasi inti atom. Model atom Rutherford memiliki kelemahan, yaitu
tidak dapat menerangkan penyebab elektron tidak jatuh ke inti atom akibat
gerakan mengitari inti atom.
3. Model
Atom Niels Bohr
Persoalan
model atom Rutherford diatasi oleh Niels Bohr yang mengemukakan pendapatnya
mengenai teori kuantum. Bohr mengemukakan beberapa idenya mengenai peredaran
elektron dan perpindahan elektron sebagai berikut :
·
Dalam atom,
terdapat lintasan atau orbit yang merupakan tempat elektron beredar. Selama
elektron beredar, elektron tidak membebaskan atau menyerap energi sehingga
elektron akan tetap stabil dan elektron tidak akan jatuh ke inti atom. Lintasan
tempat elektron beredar terdiri atas beberapa tingkatan energi yang dinamakan
kulit Tingkat energi yang paling
rendah ialah kulit yang paling dekat dengan inti, yaitu E1 ( kulit K
), selanjutnya tingkat energi kedua E2 ( kulit M ) dan seterusnya
sampai kulit ke tujuh. Urutan tingkat energinya ialah E1 < E2
< E3 < ..... dan seterusnya.
·
Elektron
dapat berpindah dari tingkat energi terendah ke tingkat energi lebih tinggi
dengan cara menyerap energi dan elektron dapat berpindah dari tingkat energi
tertinggi ke tingkat energi terendah dengan cara membebaskan energi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar